Wednesday, October 22, 2008

KUmpULan PUISI cinta

Dalam kabut perjalanan ini
Sapa pagi mendera pelipurku
Ku tatap dalam-dalam
Matamu yang tertutup mimpi

Dalam ketidak sadaranmu
Tak pernah luput kau peluki aku
Seakan tak mau lepas
Baik raga dan jiwaku slalu kau kunci rapat

Tiada sehangat pelukanmu
Sungguh ku akui itu
Tiada sesejuk dekap cintamu
Sungguh tak ku ingkari itu

Sebenarnya dalam marahmu
Tetap ada cinta, tetap ada rasa lebih
Sesunggungnya dalam terang emosi jiwamu
Tetap lengkapi aku, tetap penuhi aku

Percayalah kasih…
Walau sampai tersakiti
Jiwa ini karenamu
Cinta ini akan s’lalu memaafkan…

“Syair Cinta”

Semoga, sayap patahku
cukup menghangatkan pangeran hati
Yang melambungkan bahagiaku,
meneduhkan di saat diri telah merapuh

Kini kumengerti arti penantian
memahami makna gelombang sebelum daratan

saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa
derai tawaku menjadi bintang di langit terang
binar mataku cahaya di jiwanya
dia labuhan hatiku


Penantian Tiada Arti

matahari menyinari kamar ini
ku dengar kokok ayam menyambut pagi
setiap hari selalu begini
menanti dan menanti lagi

ku matikan televisi ku
ku benahi ranjang kecil ku
ku tata ruang kamar ku
ku buang sampah makanan ku

ku pergi ke kamar mandi
membersihkan diri ini
juga menggosok gigi
tak lupa ku makan pagi

menanti kehadiranmu ke sini
mungkin kah itu hanya mimpi
atau hanya harapan yg dingin
yg tak kan pernah ku miliki

telpon dari mu cukup membuat ku tersenyum
tersenyum kagum melihat kau peduli thd ku
walau sedetik aku mendengarkan suaramu
cukup untuk senyum 1 menit ku

ku hanya berharap
semoga kau sehat-sehat saja
krn ku membutuhkan perhatian mu
krn ku sayang kepada mu


0 comments: