| Dalam kabut perjalanan ini Sapa pagi mendera pelipurku Ku tatap dalam-dalam Matamu yang tertutup mimpi Dalam ketidak sadaranmu Tak pernah luput kau peluki aku Seakan tak mau lepas Baik raga dan jiwaku slalu kau kunci rapat Tiada sehangat pelukanmu Sungguh ku akui itu Tiada sesejuk dekap cintamu Sungguh tak ku ingkari itu Sebenarnya dalam marahmu Tetap ada cinta, tetap ada rasa lebih Sesunggungnya dalam terang emosi jiwamu Tetap lengkapi aku, tetap penuhi aku Percayalah kasih… Walau sampai tersakiti Jiwa ini karenamu Cinta ini akan s’lalu memaafkan… “Syair Cinta”Semoga, sayap patahku Kini kumengerti arti penantian saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa Penantian Tiada Arti |
Wednesday, October 22, 2008
KUmpULan PUISI cinta
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





0 comments:
Post a Comment